Sunday, 21 October 2018
Home / Berita Utama / Penyerapan Campuran B20 Diperluas, Pengusaha Truk Resah

Penyerapan Campuran B20 Diperluas, Pengusaha Truk Resah

Foto : Internet

Jakarta, Findonews.com – Aptrindo, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia resah karena rencana pemerintah yang memperluas penyerapan campuran biodiesel 20% (B20). Pasalnya 4,3 juta truk terancam dengan kebijakan pemerintah tersebut.

Kyatmaja Lookman, Wakil Ketua Aptrindo bidang Distribusi dan Logistik mengatakan, selama ini penerapan biosolar tidak konsisten. Baik dari B5, B10 dan B15. Penggunaan Biosolar justru meningkatkan pemakaian bahan bakar hingga 2.3%. Selain itu spesifikasi kendaraan yang beredar juga hanya mampu menggunakan B7 dan B10. Agen Pemegang Merk (APM) pun hanya berani menjamin kendaraan keluaran tahun 2016 ke atas.

“Sebagai negara penganut kelayakan kendaraan, maka ken­daraan yang ada akan menjadi korban. Khususnya yang belum memiliki spesifikasi memadai,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dari data yang dimilikinya, truk yang belum siap menggunakan B20 sekitar 4,3 juta unit. Truk merupakan konsumen terbesar biodiesel, jika mengalami banyak masalah biaya logistik dan transportasi akan semakin mahal. Seharusnya pemerintah tidak perlu terburu-buru memperluas B20. Karena sampel yang di ambil tidak tepat sasaran. Selama ini pemerintah hanya mengambil sampel kendaraan kecil di Jabodetabek dan Jawa Barat selama 40 ribu kilometer (km). “Sebagai konsumen terbesar, truklah yang kena dampak lang­sung dengan kebijakan ini. khusus­nya truk berusia tua,” ujarnya.

Beberapa uji coba yang di­lakukan APM juga dinilainya kurang memadai. Dia menye­but, uji yang dilakukan hanya terhadap mesin, bukan uji jalan. Biodiesel memiliki sifat korosif dan asam yang lama-kelamaan menjadikan kendaraan ngempos dan hilang tenaga.

Karena itu, kendaraan di bawah 2016 harus dimodifikasi jika in­gin menggunakan B20. Misalnya mengganti karet, hose, dan gas­ket. Kedua tanki solar juga harus dilapisi anti karat, dan ditambah­kan water separator filter.

“Kendaraan lama sebaiknya digan­ti sistem fuel delivery dan tankinya. Karena sifat fame yang membersi­hkan akan mengangkat residu di dalam tanki, dan membawa kotoran tersebut ke ruang bakar. Jika tidak memiliki sistem penyaringan yang baik, mesin bisa rusak,” katanya.(zaa)

Check Also

Anies ke Djarot soal Kelamaan Jomblo: Berkaca Dulu

Jakarta, Findonews.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merespons Djarot Saiful Hidayat terkait posisi kosong Wakil Gubernur DKI usai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *