Home / Berita Utama / Pendapat Hukum Dr. Irmanputra Sidin, SH, MHum Atas Kasus Fahri Hamzah VS PKS

Pendapat Hukum Dr. Irmanputra Sidin, SH, MHum Atas Kasus Fahri Hamzah VS PKS

Foto : Inet

Findonews.com – Ahli Hukum Tata Negara DR. Irman Putra Sidin SH, MHum menyampaikan pandangannya tentang kasus Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dengan partainya sendiri yaitu PKS. Berikut ini poin-poin tanggapan Irman :

1. Jika Fahri Hamzah menang di pengadilan, maka semua upaya politik untuk memberhentikan FH di DPR juga harus berhenti.

2. Jika Fahri Hamzah kalah di pengadilan dan putusannya telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewidsje), maka mekanisme aturan di DPR adalah melaksanakan rapat paripurna untuk meminta persetujuan apakah Fahri Hamzah diberhentikan atau tidak. Jika rapat paripurna memutuskan untuk tidak berhenti maka Fahri Hamzah tetap menjadi pimpinan DPR meskipun pengadilan menyatakan – misalnya – pemecatan Fahri Hamzah oleh PKS adalah sah Karena semua harus berakhir di paripurna.

3. Pimpinan DPR dipilih oleh paripurna dan diberhentikan oleh paripurna. Konstruksi UU MD3/2017 sama dengan konsepsi posisi presiden sebagai elected official (pejabat yang dipilih melalui pemilu). Mekanisme pemberhentian presiden tergantung paripurna MPR bukan hasil sidang MK.

4. Jika presiden melanggar konstitusi, lalu DPR sampai pada mengambil tindakan Hak Menyatakan Pendapat, dan MK kemudian bersidang bahwa presiden telah melanggar konstitusi, pemberhentian presiden bukanlah oleh MK, tapi dilemparkan ke MPR. Jika MPR memutuskan melalui suara terbanyak, presiden tak perlu diberhentikan, maka meski putusan MK presiden bersalah melanggar konstitusi, tetap presiden tak bisa dilengserkan.

6. Namun jika putusan MK bahwa presiden tidak melanggar konstitusi, maka upaya politik di DPR berhenti.

7. Domain pemberhentian pimpinan DPR hanya oleh paripurna. Jadi seandainya Fahri Hamzah kalah pun di pengadilan, belum tentu bisa membuat Fahri berhenti sebagai pimpinan karena tergantung putusan paripurna.

8. Dalam hal jika Fahri Hamzah menang di pengadilan, maka parpol tidak boleh lagi melakukan upaya politik di DPR dan mengabaikan putusan pengadilan.

Dr. Irmanputra Sidin, SH, MHum.
Law Firm Sidin Constitution, A. Irmanputra Sidin & Associates, Advocates & Legal Consulting, Jl Cideng Timu 60 3rd Floor Jakarta Pusat 021-3521517 www.sidinconstitution.co.id

Check Also

Fahri Hamzah Bahas divestasi saham Freeport

Jakarta, Findonews.com –¬†Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah menilai bahwa pemerintah harus belajar dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *