Saturday, 20 October 2018
Home / Berita Utama / Neraca Perdagangan Agustus 2018 Defisit Karena Ekspor Turun

Neraca Perdagangan Agustus 2018 Defisit Karena Ekspor Turun

Foto : BPS

Jakarta, Findonews.com – Kinerja ekspor dalam negeri melemah sebesar 2.90% bila dibandingkan dengan bulan Juli 2018 dengan impor yang masih tinggi menyebabkan neraca perdagangan defisit.

Agustus 2018, Neraca perdagangan Indonesia kembali melanjutkan tren defisit untuk keenam kalinya sepanjang 2018. Nilai impor yang masih relatif tinggi belum mampu diimbangi dengan peningkatan kinerja ekspor sehingga secara bulanan membuat neraca perdagangan pada Agustus kembali defisit USD 1,02 miliar.

Suhariyanto, Kepala BPS RI menjelaskan angka tersebut terlihat jelas dari penelitian yang mereka lakukan akhir-akhir ini. Nilai ekspor pada Juli lalu mencapai 16.290,2 juta Dolar Amerika. Namun angka tersebut menurun pada Agustus 2018. Industri dalam negeri hanya mampu mengekspor 15.818,1 juta dolar AS.

“Ekspor Indonesia pada Agustus 2018 menurun 2,90 persen dibanding Juli 2018,” ungkapnya dalam konferensi pers di Kantor BPS RI, kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (17/9).

Menurunnya ekspor non migas 2,86%, yaitu dari USD 14,85 miliar  menjadi USD 14,43 miliar, demikian juga ekspor migas turun 3,27% dari USD 1,43 miliar menjadi USD 1,38 miliar menjadi penyebab turunnya ekspor di bulan Agustus 2018 dibanding Juli 2018. Impor pada bulan Agustus 2018 juga mengalami penurunan 7,97% menjadi USD 16,84 miliar dari bulan Juli 2018 sebesar USD 18,30 miliar. Secara tahunan ekspor pada bulan lalu tercatat mengalami kenaikan 4,15% dari US$ 15,19 miliar menjadi USD 15,82 miliar, akan tetapi impor pada periode tersebut juga mengalami kenaikan dengan persentase lebih tinggi yaitu sebesar 24,65% USD 16,84 miliar dari USD 13,51 miliar

“Ekspor kita masih bagus, tetapi yang jadi masalah impornya tumbuh lebih tinggi,” kata Suhariyanto di Jakarta, Senin (17/9).

BPS mencatat kenaikan impor Agustus 2018 lebih banyak disumbang oleh impor migas sebesar 14,5% menjadi USD 3,05 miliar dari periode Juli sebesar USD 2,66 miliar, sedangkan impor nonmigas, kendati nilainya tinggi, namun secara persentase pertumbuhan turun 11,79% menjadi USD 13,79 miliar dari realisasi impor Juli USD 15,64 miliar. Berdasarkan penggunaan barang pada Agustus dibandingkan Juli 2018, impor barang konsumsi nilainya mencapai USD 1,56 miliar atau turun 9,19%, bahan baku/penolong USD 12,66 miliar atau turun 7,60%, serta barang modal USD 2,63 miliar atau turun 8,98%. Impor bahan baku/penolong  masih menjadi penyumbang terbesar terhadap realisasi impor Agustus sebesar 75,20%, diikuti barang modal 15,57%, dan barang konsumsi 9,23%.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari hingga Agustus 2018 defisit USD 4,09 miliar. Berbeda dibandingkan tahun lalu yang surplus USD 9,06 miliar. Sementara secara bulanan. defisit perdagangan Agustus 2018 sebesar USD 1,02 miliar relatif mengecil dibanding periode Juli 2018 yang tercatat defisit USD 2,03 miliar.

Oleh karena itu, Suhariyanto mengharapkan pemerintah terus menggalakkan kebijakan terutama dalam pengendalian impor dan tingkatkan ekspor. Menurutnya, salah satu program yang diharapkan bisa digunakan untuk mengendalikan impor adalah dengan mandatori B20.

“Kami harap neraca perdagangan Indonesia pada 4 bulan terakhir bisa membaik,” tutupnya.(zaa)

Check Also

Anies ke Djarot soal Kelamaan Jomblo: Berkaca Dulu

Jakarta, Findonews.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merespons Djarot Saiful Hidayat terkait posisi kosong Wakil Gubernur DKI usai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *