Wednesday, 19 September 2018
Home / Berita Utama / Mengejutkan! Kim Jong-un Nyatakan Bakal Jalan Kaki ke Wilayah Korsel

Mengejutkan! Kim Jong-un Nyatakan Bakal Jalan Kaki ke Wilayah Korsel

Jakarta, Findonews.com – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dilaporkan bakal berjalan kaki ke wilayah Korea Selatan untuk bertemu dengan Presiden Moon Jae-in.

Pemimpin kedua negara yang secara teknis masih berperang ini bakal bertemu di Zona Demiliterisasi (DMZ) di tengah wacana perbaikan hubungan yang dimulai sejak pergantian tahun lalu.

Di sana, kedua pihak akan berhadapan membawa narasi berseberangan dalam pertemuan yang akan digelar Jumat (27/4) ini.

Para petugas keamanan Korsel yang dipilih berdasarkan tinggi badan dan penampilan, lengkap dengan kacamata aviatornya, berdiri tegap di luar pondok warna biru di Area Keamanan Bersama di Panmujom, beberapa meter dari wilayah Korut.
Desa gencatan senjata itu kerap dikunjungi wisatawan dari kedua negara, dan para presiden Amerika Serikat yang berupaya menunjukkan komitmen mempertahankan Seoul dari tetangganya yang berkekuatan nuklir.

Dan pada Jumat ini, sebagaimana dikabatkan AFP, Kim bakal berjalan kaki melintasi kerikil dan pondok-pondok pedesaan tersebut untuk menemui Kim.

Jika terealisasi, pertemuan itu akan jadi yang ketiga kalinya antara kedua negara, sejak Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata pada 1953 silam.

Korut dan Korsel masih berstatus perang karena perseteruannya berakhir bukan lewat

Selain itu, pertemuan tingkat tinggi ini juga akan jadi pertama kalinya digelar di wilayah Korsel, setelah pertemuan di Pyongyang pada 2000 dan 2007 silam.

Pertemuan itu digelar di Rumah Damai, bangunan beton dan kaca yang namanya menjadi bahan olokan di Korut.

“Tampaknya mereka sudah mencapai kebebasan dan perdamaian,” kata Letnan Kim dari militer Korut. Namun, dia meyalahkan AS atas perpecahan yang terjadi di semenanjung.

“Ini menunjukkan sifat asli Amerika,” ujatnya kepada AFP. “Mereka menghalangi perdamaian.”

Pertemuan antara Moon dan Kim mendahului rencana langkah serupa yang akan dilakukan pemimpin Korut dengan Presiden AS Donald Trump. Seluruh rangkaian ini menyusul perbaikan hubungan Korut dan Korsel saat Olimpiade Pyeongchang.

Sebelumnya, Korsel dan AS bersitegang dengan Korut–terutama pada tahun lalu menyusul serangkaian uji coba peluru kendali dan nuklir Pyongyang. Ketegangan pun disebut terus terasa di desa gencatan senjata.

Di wilayah Korsel dari desa itu, seorang pemandu asal Amerika mengatakan kepada para pengunjung bahwa tentara Korsel “berhadapan dengan musuh-musuhnya dari hari ke hari.”

Dia menyoroti pembunuhan dua tentara AS yang “dibacok secara brutal hingga tewas” dengan peralatannya sendiri oleh petugas Korut, ketika mereka mencoba memangkas pohon yang daunnya menghalangi pandangan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa pimpinan Amerika, 1976 lalu.

Insiden itu memicu Operasi Paul Bunyan, digambarkan sebagai penebangan pohon paling mahal sepanjang sejarah.

Total 813 pasukan, 23 kendaraan, 27 helikopter dan sejumlah pesawat pengebom B-52 Stratofortres yang dipandu jet tempur dikerahkan untuk menebang pohon poplar itu, sementara kapal induk AS dan para pengawalnya berpatroli di lepas pantai.

Kapak yang digunakan untuk membacok tentara AS dipajang di kotak kaca di salah satu bangunan yang ada di DMZ wilayah Korut.

“Tentu saja kami bisa saja memukul dia dengan tangan kosong,” kata Letnan Kim. “Mereka berupaya membunuh kami dengan kapak mereka, tapi kami mengambilnya.

“Sebagai tentara, saya hanya berpikir mendorong AS dari Korsel sesegera mungkin dan mempersatukan negara kami.”

Check Also

Rolls-Royce Digugat Rp 640 Miliar Oleh Garuda Indonesia

Jakarta, Findonews.com – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggugat Rolls-Royce. Menurut Garuda, perusahaan asal Inggris tersebut melakukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *