Friday, 18 January 2019
Home / Berita Utama / Mendag Enggar Cari Pembenaran Impor, Lemahkan Petani Garam dan Tebu

Mendag Enggar Cari Pembenaran Impor, Lemahkan Petani Garam dan Tebu

Foto : Internet

Jakarta, findonews.com – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengeluarkan pernyataan yang menuai kecaman dan tidak memperlihatkan perilaku negarawan yang semestinya dan malah sebaliknya, justru hal itu membunuh karakter petani dan industri dalam negeri.

“Saya selaku wakil rakyat dan anak petani yang daerah pemilihan sbg kota kelahiran saya yang basisnya adalah pertanian, perikanan dan garam kecewa dengan pernyataan tersebut,” ujar anggota Komisi II DPR, Firman Subagyo, Senin (14/1).

Belum lama ini Mendag melontarkan pernyataan bahwa kualitas garam lokal sudah terkontaminasi sehingga tidak memenuhi persyaratan industri dalam negeri. Malah kata Mendag, garam lokal cenderung memiliki busa. Bayangkan kalau busa itu dimasukkan ke jarum infus, mati kita, dimakan aja enggak sehat,” kata Mendag di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (10/1) lalu.  

Belum lagi kualitas gula lokal, menurut Enggar, jika dijadikan bahan baku dodol bisa jamuran. 

“Ini pernyataan yang menyesatkan tanpa ada penjelasan secara lugas apa sebab-sebabnya,” kritik Firman.

Menurutnya, sebagai pejabat pemerintah, Mendag seharusnya melindungi dan mendukung kreativitas masyarakat petani dan industri, khususnya UKM dalam negeri. 

Bukan justru terbalik, malah melemahkan dan tidak memberikan dukungan dan semangat kepada masyarakat khususnya, petani tebu, garam dan industri dalam negeri serta UKM.

“Sebagai mantan pimpinan Komisi IV DPR yang membidangi pertanian saya sangat kecewa terhadap pernyataan Menteri Engartiasto tersebut. Itu seperti pernyataan pedagang yang hanya bicara untung dan rugi,” tegasnya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dicurigai tengah menciptakan kondisi agar impor gula dan garam bisa masuk secara masif.

Belum lama ini, Mendag menyatakan buruknya kualitas garam dan gula lokal sehingga tidak memenuhi persyaratan industri. 

“Itu seperti pernyataan pedagang yang hanya bicara untung dan rugi. Pernyataan tersebut menunjukan hanya mencari pembenaran bahwa agar impor-impor komoditi tersebut itu dihalalkan dan jadi pembenaran,” kata anggota Komisi II DPR, Firman Soebagyo, Senin (14/1).

Firman berpendapat, importir jelas yang nantinya terus diuntungkan sedangkan rakyat sengsara. 

Diakuinya memang ada industri gula dalam negeri yang kadar imkumisa (kebersihan)-nya maksimal 200 tidak terpenuhi. 

“Itu benar, setelah dilakukan kroscek kepada pengurus dan anggota APTRI memang benar ada hasil produksi yang seperti itu dan itu gula pruduksi PTP BUMN, tapi sebagai pejabat tidak perlu menyatakan demikian,” kecamnya.

Check Also

Kementrian BUMN Baper dengan Kritik Prabowo

Foto : Internet Jakarta, findonews.com – Jubir Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara menyampaikan kritik calon presiden nomor urut …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *