Sunday, 21 October 2018
Home / Berita Utama / Masalah Baru Dari Penundaan Proyek Infrastruktur

Masalah Baru Dari Penundaan Proyek Infrastruktur

Foto : Internet

Jakarta, Findonews.com – Kekhawatiran akan timbulnya masalah baru atas moratorium proyek pembangunan infrastruktur yang banyak mengandung bahan baku impor oleh pemerintah merupakan hal yang wajar.

Arief Poyuono berpendapat bahwa pemerintah memang harus menunda proyek infrastruktur tersebut karena jika tidak kurs rupiah bisa menembus angka di atas Rp 15.000, akan tetapi ia mempertanyakan waktu dari kebijakan tersebut berlaku.

“Artinya proyek-proyek yang banyak mengunakan bahan baku impor seperti proyek pembangkit listrik, kereta cepat, MRT, pelabuhan dan airport yang sudah jalan akan banyak yang mangkrak,” ungkap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut, Selasa (11/9) kemarin.

Arief juga mengingatkan pemerintah harus bertanggung jawab atas pinalti / denda yang mana nilainya tidaklah kecildari kontraktor jika proyek infrastruktur terlalu lama penundaannya.

“Yang pasti akan ada pinalti yang harus ditanggung pemerintah oleh para kontraktor-kontraktor yang sudah mengerjakan proyek pemerintah yang sedang berjalan,” jelasnya.

Menurut Arief, masalah lain yang mungkin akan timbul adalah pengangguran yang kemungkinan dapat bertambah. “Akan banyak PHK para pekerjanya karena tidak ada bahan baku yang akan digunakan untuk proyek-proyek tersebut,” tukasnya.

Ujung-ujungnya target pertumbuhan ekonomi yang dipatok oleh pemerintah tidak akan lagi tercapai.

“Pertumbuhan ekonomi nasional yang pasti akan di bawah lima persen pada tahun 2018 ini,” jelasnya.

Check Also

Anies ke Djarot soal Kelamaan Jomblo: Berkaca Dulu

Jakarta, Findonews.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merespons Djarot Saiful Hidayat terkait posisi kosong Wakil Gubernur DKI usai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *