Sunday, 23 September 2018
Home / Berita Utama / Kenangan Mendalam Fahri Hamzah Terhadap Almarhum AM Fatwa

Kenangan Mendalam Fahri Hamzah Terhadap Almarhum AM Fatwa

Foto : Telegram/FahriHamzahNews

Findonews.com – Meninggalnya tokoh senior di dunia politik Indonesia AM Fatwa, membuat duka yang mendalam bagi Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Pasalnya Fahri sangat mengenal AM Fatwa sejak lama. AM Fatwa yang merupakan senator asal DKI, meninggal di usia 78 tahun di RS MMC Jakarta sekitar pukul 06.25 WIB. Jenazah AM Fatwa akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Bagi Fahri, Almarhum AM Fatwa adalah sosok tokoh legenda. Fahri Hamzah ingat betul sosok Almarhum saat itu pada peristiwa politik masa lampau, baik orde baru maupun orde lama.

“Saya mengenal pak Fatwa sejak lama sekali di banyak momentum. Sebagai orang Sumbawa beliau juga pernah tinggal lama di kampung saya di Sumbawa. Sebagai tokoh Bugis di Jakarta kami juga sama-sama memiliki darah Bugis kelahiran Bone. Waktu saya tiba di Jakarta saya sudah mengenal beliau sebagai tokoh yg melegenda. Beliau terlibat dalam peristiwa-peristiwa poliitk pada masa lalu baik orde lama maupun orde baru.”

“Beliau termasuk yang dipenjara lama karena tuduhan-tuduhan politik di masa lalu. Lebih dari 12 tahun menjalani penjara yang vonisnya seumur hidup. Keaktifannya di organisasi-organisasi Islam seperti PII, HMI dan lain-lain membuatnya menjadi dikenal luas di kalangan Islam dan non-Islam. Sebelum saya menjadi anggota DPR kami bersama-sama di banyak tempat sebelum reformasi dan saat reformasi. Bersama almarhum Adi Sasono kami bersama aktif di ICMI dan bersama Prof Amien Rais kami bersama mendorong reformasi.”

“Saya ingat, malam itu 20 Mei 1998 berangkat dari rumah Prof Malik Fadjar di kawasan Menteng kami meninjau kawasan Monas yang kabarnya sudah dikepung tentara. Kami bertiga dengan pak Amien Rais naik mobil pak Fatwa, sebuah Toyota Kijang berwarna merah hati. Setelah melihat Monas yang dipenuhi alat persenjataan berat kami kembali ke Menteng dan memutuskan untuk membatalkan aksi damai keesokan harinya yang ternyata malah pak Harto mengundurkan diri 21 Mei 1998.”

“Lalu kami pernah bersama-sama di DPR dan MPR. Saya mengenal secara dekat sekali cita-cita dan perjuangannya sejak awal sehingga saya mengerti kemampuan dan pandangan politiknya. Dia seorang politisi Islam yg memiliki observasi yang sangat luas pada persoalan sejarah, ke-Islaman dan ke-Indonesian.”

“Menurut saya, dia itu seperti sisa akhir dari peninggalan politik Islam dari masa lalu, karena itulah kepergiannya membuat kita kehilangan orang yang pernah menguasai pentas politik di negeri ini. Mudah-mudahan kita mengambil banyak contoh dari pak AM Fatwa. Beliau merupakan politisi yang sangat senior dan meninggalkan bekas yang sangat mendalam bagi saya dan bagi masyarakat Indonesia”

“Terakhir saya ada perbedaan pendapat tentang KPK sampai beliau sangat marah. Tapi entah mengapa pada hari berikutnya beliau mengirim surat meminta maaf, dan kami pun bertemu. Dalam kesempatan itu beliau ada permintaan khusus terkait masa depan politik saya pasca PKS tetapi saya mendiskusikannya secara santai.”

Selamat Jalan Pak Fatwa.
Kami semua pasti menyusulnmu.
Allahummaghfirlahu warhamu waafihi wafuanhu.

Check Also

DPR GANDENG QOLONI UNTUK MULAI DONASI HUNTARA

Jakarta, Findonews.com – Setelah acara pameran Huntara (Hunian Sementara) dibuka Ketua DPR RI Bambang Soesatyo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *