Saturday, 24 February 2018
Home / Berita Utama / Jadikan Polri Pemikul Beban, Bukan Bagian Beban Nasional

Jadikan Polri Pemikul Beban, Bukan Bagian Beban Nasional

Image: runi/iw/dpr.go.id
Image: runi/iw/dpr.go.id

 

Findonews, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menegaskan, kepolisian harus menjadi pemikul beban nasional bukan menjadi bagian dari beban nasional. Demikian diungkap politisi Fraksi PKS ini saat menyampaikan harapannya kepada Kapolri baru Jenderal Pol Tito Karnavian.

“Fokus pada kesejahteraan polisi. Polisi harus disehatkan secara mental dan juga finansial sehingga dia juga menjadi pemikul beban nasional bukan menjadi bagian dari beban nasional,” ungkap Fahri Hamzah saat bersilahturahmi dengan para Wartawan Koordinatoriat DPR RI di Media Center DPR,  Senayan, Jakarta, Jumat (15/07/2016).

Politisi dari Dapil NTB ini juga mendorong Tito Karnavian sebagai Pimpinan Polri baru untuk melakukan beberapa tindakan yang bisa meng-cover citra buruk kepolisian di mata publik. Salah satunya dengan mengangkat isu korupsi sebagai fokus utama di lembaga penegak hukum tersebut.

“Saya tidak setuju karena ada KPK, kepolisian justru menganggap isu korupsi itu sampingan. Apalagi karena Pak Tito ini dikenal sebagai orang densus, lalu kepolisian kerjaannya ngurusin teroris saja. Menurut saya, karena terorisme itu adalah kejahatan senjata, teroris sebagai teror bersenjata, maka lebih cenderung kepada operasi intelijen dan mobilisasi kekuatan militer,” jelas Fahri.

Ia juga berharap dengan mengangkat korupsi sebagai salah satu isu utama di kepolisian akan mampu memulihkan kembali citra lembaga penegak hukum tersebut di mata masyarakat yang selama ini beranggapan seolah-olah polisi menjadi bagian dari korupsi.

Menurutnya, hal itu perlu disosialisasikan untuk reformasi kelembagaan secara lebih komprehensif. “Ini penting, kita ingin masyarakat memberikan apresiasi kepada kepolisian secara lebih baik,” tekan Fahri.

“Saya terus terang suka gemas kalau polisi itu dianggap seolah-olah tidak bisa memberantas korupsi karena dianggap sapu kotor, padahal penyidik KPK itu adalah 100 persen dari polisi. Tolong Pak Tito ambil alih isu pemberantasan korupsi, bikin densus pemberantasan korupsi bahkan harus lebih besar daripada densus antiteror,” imbuhnya.(ann,mp/dpr.go.id)

Check Also

Fahri Minta Presiden Jokowi Teken UU MD3

Findonews.com, JAKARTA – Wakil ketua DPR Fahri Hamzah menegaskan,  revisi UU No 17/2014 tentang MPR, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *