Saturday, 15 December 2018
Home / Berita Utama / Inflasi Bisa Melambung Karena Harga Listrik dan BBM Berpotensi Naik Pada 2019

Inflasi Bisa Melambung Karena Harga Listrik dan BBM Berpotensi Naik Pada 2019

Foto : Ilustrasi Petugas SPBU

Jakarta, findonews.com – Beberapa ekonom melihat adanya peluang pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL) tahun depan, hal tersebut dikarenakan minyak dunia masih mempunyai potensi naik lagi. Bila kebijakan tersebut diambil pemerintah, target inflasi yang sebesar 2,5-4,5% berisiko terlewati.

Direktur Riset CORE, Center of Reform on Economics Indonesia, Pieter Abdullah Redjalam memprediksi kenaikan TDL dan BBM pada Mei atau Juni tahun depan sehingga akan ada tekanan inflasi pada semester II. “Inflasi tahun 2019 akan ada di kisaran 4,5-5,5 %,” kata dia, Selasa (4/12).

Ia menjelaskan, kenaikan harga BBM dan TDL akan berdampak ke banyak hal dalam perhitungan inflasi. Efek pertama akan memengaruhi komponen/keranjang inflasi itu sendiri. Efek berikutnya, kenaikan BBM dan TDL akan berdampak pada kenaikan harga banyak komoditi, mulai dari harga transportasi yang merambat ke ongkos produksi dan kemudian berujung ke harga barang-barang konsumsi, termasuk pangan.

Jika pemerintah tidak menaikkan harga BBM dan TDL, ia memprediksikan inflasi sesuai target, yaitu di level 3,5%. “Hanya naik sedikit dari tahun ini,” ujarnya. Tahun ini, pemerintah dan BI memperkirakan inflasi berada di level 3,2%, sementara Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi inflasi lebih rendah yaitu sedikit di bawah 3%.

Bhima Yudhistira, Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) juga melihat kemungkinan harga BBM naik tahun depan sehingga inflasi bergerak ke arah 4-4,75%. “BBM naik transmisinya langsung terasa ke daya beli masyarakat kelas bawah, harga bahan makanan juga naik karena imbas biaya logistik disesuaikan,” ujarnya.

Selain imbas kenaikan harga BBM, inflasi juga berpotensi terkerek oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Meski nilai tukar rupiah kini menguat, ia melihat masih adanya risiko pelemahan kembali ke depan karena melebarnya defisit neraca transaksi berjalan.

Inflasi bisa saja sesuai target bila harga BBM tidak jadi naik lantaran harga minyak dunia turun dan kurs rupiah stabil. Meskipun, menurut dia, harga minyak berpeluang naik seiring meredanya perang dagang. “(Harga minyak dunia) masih fluktuatif,” ujarnya.

Check Also

Fahri Hamzah : Jokowi Harus Hati-Hati Terkait Pengakuan La Nyalla

Foto : findonews.com Jakarta, findonews.com – Pengakuan eks politikus Partai Gerindra yang kini bergabung di Partai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *