Tuesday, 18 December 2018
Home / Berita Utama / Indonesia Alami Defisit pada Semester Pertama di 2018

Indonesia Alami Defisit pada Semester Pertama di 2018

Foto : Internet

Jakarta, Findonews.com – Neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD 1,02 miliar atau sekitar Rp 14,6 triliun pada Januari hingga Juni 2018. Hal tersebut tidak terlepas dari impor yang cukup tinggi.

Berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS), impor tercatat USD 89,04 miliar dan ekspor USD 88,02 miliar. Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, kenaikan ekspor secara year-on-year (yoy) lebih rendah ketimbang impor. Ekspor tumbuh 10,03 persen, sedangkan impor 12,66 persen. “Ini menjadi catatan bahwa impor sangat tinggi. Harus dikurangi, kalau bisa ditahan laju impornya,” ujar Suhariyanto, Senin (16/7) seperti diberitakan JPNN.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian Bambang Adi Winarso menuturkan, tantangan Indonesia saat ini adalah ekspor. Bukan hanya ekspor jasa, tetapi juga barang. Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia juga sulit keluar dari tren defisit transaksi berjalan. “Kita mengalami trade deficit yang besar sehingga pemerintah perlu antisipasi,” jelasnya.

Secara bulanan, neraca perdagangan sebenarnya surplus USD 1,7 miliar. Hal itu dipicu penurunan impor pada Juni. Yakni, ketika aktivitas dunia usaha tak setinggi bulan-bulan sebelum Ramadan dan Lebaran yang jatuh pada Mei dan Juni.

Ekonom BCA, David Sumual menambahkan, Indonesia harus siap jika AS tidak lagi memberikan fasilitas bebas bea masuk dalam generalized system of preferences (GSP). Jika akhirnya review yang dilakukan AS memutuskan bahwa Indonesia tak lagi layak mendapat fasilitas tersebut, laju ekspor bisa tertahan meski impor diprediksi menurun.

“Karena itu, Indonesia harus siap mencari pasar ekspor baru untuk mengatasi risiko laju ekspor yang tertahan”, tambah David.(zaa)

Check Also

Jose Mourinho Resmi Dipecat Manchester United

Jakarta, findonews.com – Manchester United, salah satu klub raksasa liga primer inggris resmi mengakhiri kerjasama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *