Saturday, 18 August 2018
Home / Berita Utama / HKTI dan KTNA Tolak Impor Beras

HKTI dan KTNA Tolak Impor Beras

Foto : Internet

Jakarta, Findonews.com – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) kompak menyatakan tidak setuju dengan kebijakan impor beras di tahun 2018 ini. Kementrian perdagangan mengeluarkan ijin impor beras dengan jumlah yang mencapai 1 juta ton dengan alasan sebagai cadangan beras nasional.

Kedua organisasi tersebut dengan tegas menyatakan hal itu pada diskusi yang bertemakan “Perkembangan Jaringan Petani dan Kebijakan Beras Nasional” jumat lalu di House of Rice yang berada di komplek PT Pilar Sejahtera.

Winarno Tohir selaku ketua KTNA Nasional menyatakan dengan tegas ketidak setujuannya dengan dasar dan asumsi dilakukannya impor beras dikarenakan stok beras nasional menipis.

“Padahal, stok ada di gudang-gudang petani dan tertahan karena harga pembelian petani kurang baik,” tegasnya di Jakarta, Minggu (15/7).

Hal senada pun disampaikan oleh Agus yang saat itu mewakili HKTI. Ia menyarankan untuk diterapkannya sistem amnesti data pangan khususnya beras. Hal tersebut ia sarankan untuk menemukan solusi dan tindakan lanjut atas beberapa data luas panen yang berbeda antara data yang dilaporkan dan kenyataannya.

Mantan Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan yang juga hadir pada diskusi tersebut juga memberikan pendapatnya tentang hal ini. Telah terjadi pergeseran persepsi dan kesalahan yang tadinya swasembada pangan menjadi swasembada beras. Tolak ukur di dunia food security index adalah pangan, bukan beras.

“Jadi masyarakat indonesia mispersepsi dan secara tidak langsung dipaksa untuk monokultur mengejar produksi beras.  Kalaupun dwikultur itu digiring substitusinya menjadi tepung terigu yang kita tidak ada potensi di dalam negeri,” ujarnya.

Untuk diketahui, diskusi tersebut juga dihadiri oleh Direktur Pengadaan Bulog dan akademisi Prof. Dwi Andreas Santoso yang sedikit berdebat terkait data stok yang ada di Bulog saat ini. Angka stok Bulog yang dibeberkan Andreas sangat sedikit dan tidak sesuai dengan data yang ada pada Direktur Pengadaan Bulog dan menjadi pegangan. Bulog menyatakan saat ini memiliki total stok sekitar 2,2 juta ton setara beras.

Check Also

Ada Untung dan Rugi Imbas Krisis Turki

Jakarta, Findonews.com – Jatuhnya ekonomi Turki beberapa hari belakangan memberikan imbas bagi pasar global, meski pelaku …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *