Wednesday, 26 September 2018
Home / Berita Utama / Harga Rokok Diusulkan Naik Jadi Rp 10.000 Per Batang!

Harga Rokok Diusulkan Naik Jadi Rp 10.000 Per Batang!

Foto : Internet

Jakarta, Findonews.com – Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengusulkan harga rokok naik menjadi Rp 10.000 per batangnya. Hal tersebut dipercaya dapat mengurangi jumlah perokok pemula dan meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi nasional.

Arum Atmawikarta, Manager Pilar Pembangunan Sosial Sekretariat SDG’s Bappenas menilai perekonomian Indonesia akan lebih baik jika jumlah perokoknya berkurang.

“Kita yakin bahwa mengendalikan konsumsi rokok membuat masyarakat sehat dan perekonomian tumbuh berkualitas, sebab jika masyarakat sehat kinerja akan lebih produktif.” Jelasnya pada diskusi di Grand Cemara Hotel, Jakarta kemarin.

Arum juga menambahkan, masalahnya banyak yang menentang karena bisa menurunkan pendapatan negara dari cukai rokok. Pemerintah seharusnya lebih kreatif mencari potensi-potensi baru untuk mendukung perekonomian.

“Pemerintah jangan kecanduan terhadap penerimaan dari cukai rokok. Mereka selalu bilang cukai rokok ini Rp 150 Triliun. Pemerintah harus lebih cerdas menggali sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang sehat.” ujarnya.

Menurut Arum harga rokok yang ideal saat ini adalah Rp 10.000 per batang karena hal tersebut dapat menurunkan akses generasi muda terhadap rokok. “Kalau saya pakai teori uang jajan sekolah. Jadi kalau ibu-ibu beri uang jajan Rp 10 ribu. Kalau kita mau supaya anak-anak tidak merokok, maka satu batang rokok minimal harganya Rp 10 ribu. Jadi kalau 12 batang (satu bungkus) Rp 120 ribu,” jelasnya.

Harga rokok eceran saat ini terbilang sangat murah di rentang harga Rp 15-20 ribu pe bungkus. Dengan harga tersebut, banyak generasi muda yang dengan mudah membelinya. Bila dibeli dengan eceran dapat dibeli seharga Rp 1.500 per batangnya bahkan juga ada yang Rp 600 per batangnya.

Abdilah Ahsan, Akademisi Universitas In­donesia mengungkapkan, berdasarkan pene­litian di berbagai negara, jika cukai rokok dinaikkan sebesar 10 persen, dapat menurunkan jumlah perokok di kelompok masyarakat miskin sebesar 16 persen. Dan, penurunan jumlah perokok di kalangan masyarakat kota sebesar 6 persen.

“Jadi kalau harga rokok naik ke Rp 50 ribu tentu akan turun jumlah perokok,” kata Abdilah.

Abdilah juga mengatakan, ke­biasaan merokok tidak mem­berikan keuntungan finansial kepada negara. Bahkan, uang negara yang digerus dalam ben­tuk pelayanan kesehatan bagi penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan merokok mencapai Rp 160 triliun per tahun.

“Dampak dari merokok yang harus ditanggung negara melalui sistem pelayanan kesehatan, se­tiap tahun negara harus mengeluarkan uang sekitar Rp 160 triliun,” ujarnya.(zaa)

Check Also

Emmanuel Marcon : Unilateral Tidak Bisa Jadi Solusi Konflik Israel-Palestina

Jakarta, Findonews.com – Unilateral atau kerjasama yang hanya diputuskan secara sepihak tanpa adanya persetujuan dari pihak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *