Wednesday, 14 November 2018
Home / Berita Utama / Harga Beras Medium Mengalami Kenaikan

Harga Beras Medium Mengalami Kenaikan

Foto : Internet

Jakarta, Findonews.com – Harga beras medium men­galami kenaikan akhir-akhir ini. Kemarin, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso turun langsung guna memantau harga di lapangan. Kedua pejabat tersebut mendatangi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Pada kegiatan ini, Direktur Pengadaan Perum Bulog Bacthiar, Direktur Operasional dan Pelayanan Pub­lik Tri Wahyudi Saleh, Kepala Satgas Pangan Setyo Wasisto, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi juga turut ikut datang memantau.

Harga beras medium di PIBC terpantau mengalami kenaikan berkisar Rp 9.600 hingga 10.200 per kilo gram (kg) yang mana harga sebelumnya Rp 9.300 per kg. Harga beras medium itu sudah melesat jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerin­tah adalah Rp 9.450.

Amran menyayang­kan harga beras medium men­galami kenaikan. Menurutnya, kenaikan itu sebagai sebuah anomali. Karena stok lebih banyak dari biasanya, kenaikan harga beras medium dipicu menipisnya stok jenis beras tersebut. Hal itu disebabkan ada beras medium dijual jadi beras premium.

“Kita serahkan ke satgas pangan sajalah. Kita mengimbau kepada semua pihak, supaya jangan mengubah harga,” ujar Amran.

Ketua Satgas Pangan Setyo Wasisto memiliki kecurigaan yang sama. Beras medium naik karena ada indikasi beras terse­but disulap menjadi beras pre­mium.

“Kita akan cek ke lapangan, cek ke lab juga sehingga apa yang disebut beras medium ya medium dan premium ya premium. Jadi enggak ada lagi menipu kon­sumen jual yang medium tapi premium,” kata Setyo.

Dirut Bulog, Budi Waseso memperkuat keterangan Setyo. Menurutnya, Bulog banyak menggelontorkan beras medium. Tetapi di lapan­gan jumlahnya tidak terlalu signifikan. “Kami dari penyuplai curiga ada perubahan dari beras medium menjadi premium,” ujar Buwas.

Ia menyebutkan stok be­ras premium yang beredar di masyarakat saat ini mencapai 80 persen. Akibatnya, masyarakat kecil sulit mendapatkan harga beras medium yang murah. Masalah tingginya beras medium bukan karena stok menurun di lapangan. Bulog operasi pasar setiap hari untuk stabilisasi harga. Ternyata serapannya kecil. Stok beras cukup besar di lapangan.

Direktur Utama PT Food Station Arief Prasetyo Adi menerangkan, sesuai aturan, be­ras jenis premium seharusnya hanya memiliki kadar broken atau patahan sebesar 5 persen. Namun saat ini telah mencapai 15 persen.

“Jadi dulu kadar broken cuma 5 persen. Sekarang yang na­manya premium itu 15 persen,” ungkapnya.

Arief juga mengatakan, menipis­nya stok beras medium di pasar Cipinang telah terjadi sejak satu bulan lalu.

Check Also

Lagi, Stefan Bradl Akan Gantikan Crutchlow Di GP Valencia

Findonews.com – Stefan Bradl dipastikan akan kembali menggantikan peran Cal Crutchlow pada seri pamungkas MotoGP. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *