Tuesday, 26 September 2017
Home / Berita Utama / Hal-hal Gila yang Dilakukan Cinta pada Otak

Hal-hal Gila yang Dilakukan Cinta pada Otak

 

Hal-hal Gila yang Dilakukan Cinta pada Otak
Huffington Post

 

Findo – Ketika Anda jatuh cinta, otak Anda akan dibanjiri dengan hormon yang menghasilkan perasaan senang. Dan cinta bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin jadi mungkin. Hal itulah yang kemudian membuat para ilmuwan ingin mencari tahu bagaimana cara cinta mempengaruhi otak.

Berikut hal yang dilakukan cinta pada otak dikutip dari National Geographic.

Jatuh cinta menghasilkan hormon tertentu

Ketika jatuh cinta untuk pertama kalinya, Anda akan mengalami aliran hormon-hormon ke otak—termasuk oksitosin, si “hormon cinta”, dopamin si “hormon kebahagiaan” dan hormon seks seperti estrogen dan testosteron Hormon adrenalin dan norepinefrin kemudian membuat jantung berdetak cepat dan telapak tangan Anda berkeringat, sementara dopamin menciptakan perasaan euforia. Otak akan melepaskan dopamin untuk menanggapi rangsangan lain yang dianggap menyenangkan.

Cinta bisa menjadi candu

Rasanya kita semua tahu bahwa jatuh cinta dapat menyebabkan kecanduan, pikiran obsesif dan keinginan untuk menghabiskan setiap saat dengan pasangan. Terdengar seperti kecanduan? Itu memang benar. Saat ini, penelitian tentang ilmu saraf telah menunjukkan bahwa cinta secara harfiah seperti obat. Jatuh cinta mengaktifkan sistem yang sama di otak seperti kecanduan kokain.

“Cinta nan romantis adalah obsesi, ia menguasai Anda,” kata Helen Fisher, seorang antropolog dan penulis Why We Love. “Anda tidak bisa berhenti memikirkan manusia lain… cinta romantis adalah salah satu zat yang paling adiktif di Bumi.”

Cinta mengaktifkan sistem opioid

Cinta yang romantis dan ketertarikan dapat mengaktifkan bagian otak yang terlibat dalam“menyukai” sesuatu. Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa sistem ini mungkin telah berevolusi untuk membantu kita memilih pasangan terbaik dengan menimbulkan perasaan berharga ketika kita melihat potensi pasangan.

Cinta membuat serotonin Anda menukik tajam

Cinta menurunkan kadar serotonin di otak. Penurunan serotonin dapat menjelaskan mengapa orang yang sedang jatuh cinta menampilkan konsentrasi tunggal – hanya pada obyek yang mereka cintai.

Perasaan itu juga dapat menyebabkan orang yang jatuh cinta tidak menghiraukan sifat-sifat yang tidak baik dari pasangan mereka pada tahap awal hubungan, dan memilih untuk lebih fokus pada sifat-sifat baik pasangan.

Cinta bisa menyihir fokus Anda

Siapa pun yang pernah jatuh cinta tahu bahwa kehilangan fokus karena jatuh cinta bisa cukup mengganggu, dan sekarang kita tahu mengapa itu terjadi. Para ahli saraf telah menghubungkan gairah cinta dengan perubahan intens dalam emosi dan perhatian, serta mengurangi kontrol kognitif. Itu berarti bahwa Anda menjadi kurang bisa mengontrol perhatian.

Cinta memperkuat empati dan kemampuan memproses emosi

Cinta yang ditanamkan melalui perilaku kasih sayang dapat mengaktifkan bagian otak yang berfungsi sebagai pusat memproses empati dan emosi, serta mengurangi aktivitas di area otak yang diasosiasikan dengan pikiran yang berfokus pada diri sendiri.

Perilaku cinta kasih juga membuat kita berhubungan dengan perasaan kita dengan meningkatkan volume materi abu-abu di daerah otak yang berhubungan dengan pengolahan emosi.

Berbagai tahap cinta dapat mengubah aktivitas otak secara berbeda

Penelitian yang diterbitkan tahun lalu dalam jurnal Frontiers in Human Neurosciencemenemukan bahwa pemindaian MRI dapat digunakan secara akurat untuk menentukan di tahapan cinta mana seseorang berada dengan berdasarkan pada aktivitas otak mereka. Saat jatuh cinta, daerah pusat penghargaan di otak menjadi aktif, mencegah penurunan aktivitas di pusat penghargaan, dan juga menyebabkan penurunan tajam dalam aktivitas dan konektivitas fungsional di bagian pusat ini yang terkait dengan harapan imbalan.

Cinta bisa merasuk ke otak Anda dan tinggal di sana seumur hidup

Sebuah penelitian di tahun 2011 menemukan aktivitas serupa di bagian otak tertentu pada pasangan yang telah lama menikah dan bahagia serta pada pasangan yang baru saja jatuh cinta. Para peneliti menunjukkan bahwa daerah otak ini mungkin memberikan petunjuk tentang bagaimana beberapa pasangan tetap saling mencintai seumur hidup.

Check Also

Paripurna Setuju Kerja Pansus KPK Diperpanjang

Jakarta – Sejumlah fraksi melancarkan aksi walk out (WO) dalam sidang paripurna terkait hasil temuan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *