Wednesday, 19 December 2018
Home / Berita Utama / Fahri Hamzah : Presiden harus ambil tanggung jawab, jangan lepas tangan

Fahri Hamzah : Presiden harus ambil tanggung jawab, jangan lepas tangan

Jakarta, Findonews.com – Wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah menyatakan bahwa para calon presiden yang ada sekarang termasuk incumbent  menganggap bahwa penegakan hukum itu bukan oleh pemerintah, seolah-olah Presiden tidak bertanggung jawab atas penegakan hukum, “hukum itu dibiarkan menjadi senda gurau, menjadi sinyal yang tidak baik bagi dunia internasional bahwa di negara ini tidak ada yang namanya kepasatian hukum.” kata Fahri kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/8/2018).

“Ini kan dimainin semuanya, kasus BLBI main-main, kasus Century main-main, kasus Pelindo II main-main, kasus Reklamasi dan Novel Baswedan juga main-main.” sebut Fahri.

politisi PKS tersebut melanjutkan bahwa dia telah berbicara kepada Presiden langsung saat buka bersama dirumah Bambang Soesatyo, “pak ekonomi ini gak bergerak pak, dengan jor-joran begini bapak sudah habis-habisan nyabut subsidi, ngutang dan sebagainya tapi pertumbuhan cuma 5% pak, itu artinya, ada sesuatu yang salah, orang tidak percaya pada Indonesia pak, karena kepastiannya tidak ada.” itu yang menurut Fahri sudah diingatkan ke Presiden namun presiden tidak paham bagaimana cara menciptakan kepastian hukum.

“Presiden harus berani ambil tanggung jawab, selesaikan masalah, jangan lepas tangan dan bilang kalau itu bukan tanggung jawab Presiden, anda kepala negara dan kepala pemerintahan termasuk penegak hukum adalah tanggung jawab anda.” sebut Fahri.

“Maka presiden baru ini nanti harus berani berjanji kepada rakyat, berapa lama dia mau menyelesaikan korupsi, narkoba, terorisme, adn seluruh persoalan yang tertunda. Harus berani janji, jangan kemudian mau lima tahun masalah belum ada yang selesai, bahkan beban masalalu dan kasus HAM baru akan diungkap menjelang pilpres, untuk menyerang lawan politik, ini adalah sikap yang tidak bertanggung jawab.” sindir Fahri.

Karna itu, menurut Fahri, Presiden seperti itu tidak indonesia perlukan, yang indonesia perlukan adalah Presiden yang berjanji, dan menepati janji, satu demi satu checklist janjinya selesai, dan diakhir pemerintahannya 5 tahun, seluruh permasalahan selesai, “ini enggak, diakhir maa pemerintahannya kita cek belum ada yang selesai, kalo bangun jalan dan jembatan itu semua presiden juga begitu mengerjakannya, dan yang lebih penting untuk republik ini adalah membangun jalan pikiran, ketenangan publik, kepastian hukum, perasaan aman dilindungi oleh negara, tidak terancam, perasaan hidup nyaman, perasaan bahagia, itu lebih penting daripada jalan dan jembatan, salah itu cara berpikirnya.” ucap fahri sekaligus mengakhiri pembicaraan.

Check Also

Jose Mourinho Resmi Dipecat Manchester United

Jakarta, findonews.com – Manchester United, salah satu klub raksasa liga primer inggris resmi mengakhiri kerjasama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *