Saturday, 18 August 2018
Home / Berita Utama / Fahri Hamzah : Indonesia Itu Mentalitas Maritim, Bukan Daratan

Fahri Hamzah : Indonesia Itu Mentalitas Maritim, Bukan Daratan

Jakarta, Findonews.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah seusai memimpin audiensi DPR RI dengan para Gubernur provinsi kepulauan (8 Gubernur dan jajarannya) di Ruang KK III/ Ruang Rapat Komisi II Gedung Nusantara, mengatakan, “daerah kepulauan itu begini, kalu kita menghitung pembiayaan berdasarkan luas tanah, luas tanahnya itu kecil, nah yang besar itu adalah lautnya, pulau kecil, pulau kecil, pulau kecil, tapi lautnya begitu luas, maka dari itu, contoh paling ironi dari poros maritim kita adalah cara kita melihat kepulauan seribu, kenapa pulau seribu itu menjadi tempat sampah, dan agak jauh dikit itu adalah tempat orang-orang kaya bikin villa, padahal pulau seribu itu sebelas kali DKI,  tetapi pulau seribu itu hanya dijadikan kabupaten administratif, tidak ada pengelolaan khusus.” sebut Fahri kepada wartawan.

“Maka poros maritim itu tidak ada, mentalitas orang pulau seribu menjadi mentalitas darat, cara mereka membangun pulau, itu membangun darat, lautnya ditutup dan tidak kelihatan, itu yang menyebabkan jadi tempat sampah, bahkan mereka pun tidak suka anak-anak mereka main di laut, diancam hiu lah dan macam-macam, jadi yang rusak adalah mentalitas kita” sindiri Fahri.

Politisi PKS tersebut melanjutkan bahwa konsepsi indonesia sebagai kekuatan laut telah hilang, semakin lama sekarang indonesia menjadi kekuatan darat. Kalau di darat, indonesia sudah banyak sekali saingan, semua peradaban besar yang ada sekarang memakai peradaban darat, seperti China, Amerika, Eropa, dll.

“Kita itu ya seharusnya memakai peradaban laut, kalu kita mau melawan dan bersaing dengan mereka kita harus pakai konsep sendiri, yaitu maritim, nah ini yang tidak didalami, maka undang-undang ini (poros maritim) adalah dasar dari peletakan konsepsi awal, bagaimana kita mengelola negara maritim, saya kira itu” lanjut Fahri menjelaskan.

Fahri Hamzah juga mengatakan bahwa dia pernah mempertanyakan mengapa Presiden Jokowi kantornya di bogor, tidak di pulau seribu, dan membuat istana disana, lalu dengan kapal induk tersebut, Presiden mengunjungi dan pantai-pantai dan pesisir yang ada di Indonesia, sehingga terlaksanalah konsep maritim tersebut. “nah ini nggak, kenapa malah tinggal di gunung? tinggal di gunung kan tidak mencerminkan negara maritim itu namanya” jelas Fahri sekaligus menutup wawancara>

Check Also

Ada Untung dan Rugi Imbas Krisis Turki

Jakarta, Findonews.com – Jatuhnya ekonomi Turki beberapa hari belakangan memberikan imbas bagi pasar global, meski pelaku …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *