Sunday, 16 December 2018
Home / Berita Utama / Fahri Hamzah Datangi Polda Metro Pagi Ini Untuk Diperiksa sebagai Pelapor Kasus Presiden PKS

Fahri Hamzah Datangi Polda Metro Pagi Ini Untuk Diperiksa sebagai Pelapor Kasus Presiden PKS

Foto : Findonews

Findonews.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah hari ini, Senin (19/3) datang didampingi kuasa hukumnya ke Unit Krimsus Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan terkait laporan pidana Presiden PKS M. Sohibul Iman.

Seperti diketahui pada Kamis lalu (8/3) Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PKS Fahri Hamzah melaporkan Presiden PKS M. Shohibul Iman ke Polda Metro Jaya. “Saudara Sohibul Iman telah melakukan pencemaran nama baik, melakukan penistaan atas diri saya dengan memfitnah, menuduh dan menyebut saya telah berbohong,” kata Fahri Fahmzah.

Laporan Fahri Hamzah itu dipicu perbuatan M. Sohibul Iman pada tanggal 1 Maret 2018 dalam wawancara di sebuah televisi swasta dan juga diberitakan dalam surat kabar online tersebut nyata telah menyerang integritasnya sebagai pribadi. Kuasa hukum Fahri Hamzah, Mujahid A Latief mengatakan bahwa dugaan penyebaran berita bohong tersebut merupakan bentuk pembunuhan karakter yang bertujuan melumpuhkan karir politik dan harkat serta martabat Fahri Hamzah baik sebagai Anggota DPR, Wakil Ketua DPR, kader PKS.

Penyidik Polda Metro Jaya pada pekan yang sama dijadwalkan akan memeriksa para saksi terkait laporan fitnah, kebohongan dan pencemaran nama baik oleh M. Sohibul Iman. “Minggu ini akan diperiksa para saksi. Terlapor (M. Sohibul Iman) akan juga diperiksa,” kata AKP Syarifah yang memimpin pemeriksaan di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Atas perbuatannya itu, Sohibul Iman diduga melanggar KUHP tentang pencemaran nama baik dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukuman pasal 310 KUHP (pasal penistaan) adalah pidana penjara paling lama 9 bulan dan denda paling banyak 400 ribu, Pasal 311 ayat 1 KUHP (Pasal Fitnah) adalah penjara paling lama 4 tahun dan Pasal 45 ayat 3 UU ITE nomor 19 tahun 2016 yakni penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak 750 juta.

Selain dilaporkan terkait pidana, para elit PKS juga dibelit kasus perdata. Mereka diketahui diperkarakan Fahri Hamzah atas pemecatan dirinya sebagai kader PKS dan sebagai anggota legislatif dari FPKS. Fahri Hamzah menang dalam putusan provisi, pada tingkat Pengadilan Negeri Jaksel dan Pengadilan Tinggi Jakarta. Atas putusan itu, PKS saat ini sedang mengajukan kasasi.

Check Also

Fahri Hamzah : Jokowi Harus Hati-Hati Terkait Pengakuan La Nyalla

Foto : findonews.com Jakarta, findonews.com – Pengakuan eks politikus Partai Gerindra yang kini bergabung di Partai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *