Wednesday, 19 December 2018
Home / Berita Utama / Fahri Hamzah : Dana IMF Cepat Cair, Dana Korban Gempa Lamban

Fahri Hamzah : Dana IMF Cepat Cair, Dana Korban Gempa Lamban

Foto : Findonews.com

Jakarta, Findonews.com – Pemulihan kembali pada korban gempa Lombok dinilai sangat lamban dilakukan pemerintah.

Menyikapi hal tersebut, Fahri Hamzah bingung dengan sikap pemerintah yang mana dinilai lambat dalam mencairkan dana untuk korban gempa Lombok dan sebaliknya untuk pertemuan IMF-WB di Bali dengan cepat pemerintah dapat mencairkan dana sebesar Rp 978 Miliar.

“Kalau kepada IMF itu cepat dicairkan uangnya, kenapa kepada rakyat enggak dicarikan. Cairkanlah cepat-cepat itu kepada korban gempa,” ucap Fahri di Komplek DPR RI, Jakarta, Senin (8/10).

Oleh karena itu, sudah semestinya dalam pertemuan IMF-WB di Bali itu juga harus termobilisasi ke Lombok. Hal tersebut bertujuan agar kehidupan masyarakat di Lombok menjadi lebih baik.

“Sumbangan seperti ini harus kena, tapi yang lebih penting adalah mengembalikan hidup orang. Jadi tolong transfernya itu harus segera karena orang itu ingin membangun rumahnya sendiri,” tegas Fahri.

Fahri berharap pertemuan IMF-WB di Bali memberikan dampak nyata untuk masyarakat, terutama bagi korban terdampak gempa di Lombok. Lokasi pertemuan IMF-World Bank berdekatan dengan Lombok. Hingga saat ini, menurutnya bantuan dana dari pemerintah belum sepenuhnya diterima korban terdampak bencana.

“Efek langsung kepada masyarakat yang kena bencana. Khususnya dalam hal ini saya ingin titip kepada Lombok,” ungkap Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Ia juga menuturkan bahwa bantuan dana yang sudah di salurkan pemerintah melalui bank belum dapat dicairkan.

“Lombok juga perlu recovery karena pemerintah sampai hari ini belum membolehkan rakyat yang terima uang untuk dicairkan. Mayoritas itu belum ditransfer, yang baru menerima transfer itu baru 6.000 dari sekitar 200-an ribu,” sebut Fahri.

“Jadi kalau bisa pertemuan IMF itu juga termobilisir ke Lombok dan kemudian membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih normal,” lanjutnya.

Fahri juga meminta agar pemerintah bisa bersikap hemat di tengah diselenggarakannya IMF-WB walaupun ia juga mengerti jika pertemuan ini sudah dijadwalkan jauh-jauh hari.

“Paling tidak, begini, kalau memang jadwalnya nggak bisa digeser waktunya, paling tidak ya memang harus menunjukkan, satu, kita bisa berhemat. Itu saya kira harus menjadi komitmen,” tutup Fahri.

Check Also

Prabowo : Bayi Yang Baru Lahir Sudah Harus Tanggung Hutang Rp 9 Juta

Foto : Internet Jakarta, findonews.com – Prabowo Subianto, Capres Nomor urut 2 kembali menyoroti masalah kondisi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *