Wednesday, 14 November 2018
Home / Berita Utama / Fadli Zon : Jangan-Jangan Hoaks!, Pada Iklan Jokowi di Bioskop

Fadli Zon : Jangan-Jangan Hoaks!, Pada Iklan Jokowi di Bioskop

Foto : Internet

Jakarta, Findonews.com – Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra mengkritik iklan program kinerja pemerintah yang tayang di beberapa bioskop akhir-akhir ini. Iklan tersebut sudah terverifikasi kebenarannya.

“Capaian-capaian itu harus diverifikasi, benar atau tidak? Jangan-jangan hoaks, gitu kan, dari sisi substansinya kan ada sejumlah masalah juga atau klaim-klaim capaian tapi ternyata tidak sesuai apa yang menjadi kenyataan,” kata Fadli di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Menurut Fadli, iklan tersebut merupakan hal yang kurang tepat dilakukan karena terkesan menghamburkan uang negara. Oleh karena itu ia lebih menyarankan agar dana iklan itu digunakan ke hal yang lebih tepat seperti membantu korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Itu kan mubazir untuk apa membayar iklan ke bioskop yang memang bioskop sudah mempunyai pendapatan di tonton juga lebih sedikit orang ketimbang misalnya. Di medium yang lebih luas, jadi menurut saya itu mubazir,” paparnya.

Iklan itu juga tayang bukan pada tempatnya karena bioskop merupakan salah satu tempat hiburan masyarakat. “Bayangkan nanti kalau ada instansi-instansi yang lain melakukan hal yang sama. Berapa lama orang menunggu padahal mereka butuh hiburan,” jelasnya.

Sebelumnya, Iklan berjudul ‘2 Musim, 65 Bendungan’ itu diputar sebelum penayangan film di bioskop. Iklan tersebut menayangkan pembangunan sejumlah bendungan diikuti dengan testimoni seorang petani dan ditutup dengan kutipan dari Presiden Jokowi dan hashtag MENUJUINDONESIAMAJU.

Jokowi memang telah menanggapi kontroversi dari iklan tersebut bahwa iklan tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat soal hasil kerja pemerintah.

“Ya masyarakat kan perlu mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya mana yang sudah (pemerintah kerjakan, red), mana yang dalam proses, mana yang akan dikerjakan. Kita ini ingin menyampaikan apa adanya ya,” tegasnya, di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/9/2018).

Jokowi berdalih iklan tersebut sudah sesuai UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Di mana, Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai humas pemerintah berkewajiban menyampaikan kepada publik tentang hasil kerja pemerintah.

“Itu amanat UU bahwa baik pembangunan yang sudah selesai atau masih dalam proses atau belum selesai harus terus diinfokan agar mereka (masyarakat) ikuti,” jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu membantah bahwa iklan program kerja pemerintah bagian dari kampanye Jokowi sebagai capres petahana di Pilpres 2019.

“Itu kan dari tiga, empat tahun lalu menyampaikan, sudah disampaikan baik lewat youtube, tv,” tutur dia.

“Kalau dulu kan menteri penerangan yang menerangkan (hasil kerja pemerintah, red). Masak sekarang suruh diam gini,” pungkasnya.

Check Also

Lagi, Stefan Bradl Akan Gantikan Crutchlow Di GP Valencia

Findonews.com – Stefan Bradl dipastikan akan kembali menggantikan peran Cal Crutchlow pada seri pamungkas MotoGP. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *