Wednesday, 19 December 2018
Home / Berita Utama / DPD RI : Hadapi Persaingan Internasional dengan Perekonomian Daerah yang Kuat

DPD RI : Hadapi Persaingan Internasional dengan Perekonomian Daerah yang Kuat

Foto : Internet

Jakarta, Findonews.com – Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Memperkuat Daya Saing Sektor Unggulan di Tengah Ketidakpastian Iklim Perdagangan Internasional” pada hari Rabu (26/9) lalu. Dalam acara FGD itu, Nono Sampono, Wakil Ketua DPD RI mengemukakan pendapat bahwa perekonomian daerah adalah struktur dasar dari terbangunnya struktur ekonomi nasional dengan kata lain apabila ekonomi daerah kuat maka ekonomi nasional juga akan semakin kuat. Selain itu, DPD RI juga berpendapat bahwa ekonomi daerah harus diperkuat agar Indonesia mempunyai daya saing dalam menghadapi iklim perdagangan internasional yang dapat dikuatkan melalui pembangunan perekonomian di daerah seperti di bidang pariwisata, perdagangan, pertanian maupun investasi.

“Kali ini BKSP menyongsong pola di daerah untuk menyongsong perkembangan ekonomi dimana daerah dimungkinkan langsung berinteraksi keluar, sebagai penguatan terhadap ekonomi yang kita bangun. Ekonomi harus kita bangun menjadi struktur yang kuat dan mampu bersaing, sehingga yang muncul harusnya yang unggulan,” ucapnya.

Menurut Nono mengembangkan potensi daerah yang ada dapat membangun perekonomian daerah dan hal tersebut dapat menjadi pondasi pembangunan perekonomian daerah dalam bersaing di perdagangan internasional.

“Ketua Bappeda yang mengerti, mereka menyusun potensi-potensi daerah mana yang bisa di dayagunakan. Saya kira hal itu untuk mengangkat daerah agar memiliki kekuatan sebagai bagian dari kekuatan ekonomi nasional. Jika semuanya bergabung, itu akan menjadi kekuatan ekonomi secara nasional dalam rangka ketahanan dan daya saing,” tambahnya.

Dalam acara FGD itu juga ada Abdurachman Lahabato, Senator DPD RI perwakilan Provinsi Maluku Utara. Ia menyampaikan tujuan dari diadakannya FGD ini adalah upaya untuk menyelesaikan masalah yang tengah terjadi, dalam konteks ini perdagangan dunia saat ini. Seperti yang telah diketahui, perang dagang Amerika dan Cina berimbas ke beberapa negara lain yang mana Indonesia masuk kedalam salah satunya. Memanfaatkan potensi daerah secara optimal dan menjadikannya sebagai pilar bagi kemajuan dan ketahanan ekonomi nasional adalah tujuan untuk menyelesaikan atau setidaknya meminimalisir dampak dari perdagangan internasional.

“DPD RI sebagai representasi daerah akan terus mengajak seluruh stake holder baik di pemerintah pusat maupun di pemerintah daerah untuk mewujudkan hal tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Adrianus Garu, anggota DPD RI dapil Nusa Tenggara Timur berpendapat kegiatan FGD ini bertujuan untuk mencocokkan persepsi pemerintah pusat dengan regulasi yang dibuat terkait dengan pembangunan di daerah melalui investasi. Menurutnya, saat ini masih ada beberapa regulasi yang menghambat masuknya investasi ke daerah maka dari itu ia meminta agar seluruh regulasi yang menghambat investasi di daerah di minimalisir.

“Sehingga formulasi yang harus kita bangun pada hari ini adalah kesamaan pandang, kesamaan persepsi antara daerah dengan pusat dalam rangka mengingkatkan investasi nasional ataupun investasi luar negeri yang mengalir ke daerah,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini ketimpangan ekonomi di daerah masih banyak terjadi, di wilayah Indonesia timur belum menerima investasi yang cukup besar untuk pembangunan daerah padahal wilayah Indonesia timur memiliki sumber daya alam yang besar dan mempunyai sumbangsih yang besar terhadap perekonomian Indonesia secara nasional.

Check Also

Prabowo : Bayi Yang Baru Lahir Sudah Harus Tanggung Hutang Rp 9 Juta

Foto : Internet Jakarta, findonews.com – Prabowo Subianto, Capres Nomor urut 2 kembali menyoroti masalah kondisi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *