Sunday, 19 August 2018
Home / Berita Utama / Buka Bareng Jokowi Lagi, Ini yang Disampaikan Fahri Hamzah

Buka Bareng Jokowi Lagi, Ini yang Disampaikan Fahri Hamzah

Jakarta, Findonews.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kembali bertemu dan terlihat berbisik dengan Presiden RI Joko Widodo.

Keduanya terlibat perbincangan saat duduk berdampingan dalam kegiatan buka puasa bersama di kediaman Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin (28/5/2018).

Dijelaskan oleh Fahri bahwa dia memang mencari cara untuk dapat berbicara dengan Jokowi, karena saya memang pernah mengingatkan presiden diawal pemerintahannya tentang ancaman kepada ekonomi, “dan secara kebetulan Pak Bambang meminta saya duduk di samping presiden. Entah apa maksudnya tapi saya pakai kesempatan itu untuk menyampaikan suatu yang penting.” lanjut Fahri.

“Pak Jokowi mewarisi satu ekonomi yang relatif baik, karena dijaman pak SBY itu kita melompati APBN itu sampai dua kali. Tiba-tiba sekarang terjadi stagnasi, pertumbuhan kita relatif melambat dan pertumbuhan 5 persen itu hanya bisa mengungkit APBN dari sekitar 2039 triliun pada awal SBY, sekarang itu menjadi hanya sekitar 2240 triliun. Jadi, 4 tahun itu kita cuma dapat 2 triliun. Hampir empat tahun ini 200 triliun, sementara jaman pak sby itu 10 tahun itu sekitar 1700 triliun, Itu akselerasi yang luar biasa.” kata Fahri saat ditemui Findonews.com saat acara ILUNI di rumah dinas Wakil Ketua DPR RI tersebut.

Bahkan, lanjut politisi dari PKS itu, stagnasi tersebut telah diungkapkan olehnya kepada beliau (Jokowi), bahwa tantangan kita itu adalah penegakan hukum dan khususnya dia katakan tadi kepada beliau pemberantasan hukum dalam pemberantasan korupsi.

“kemudian beliau bertanya, lalu apa usulannya? Saya katakan kepada beliau, ini baru saja ada uu antiterorisme, konsepnya itu bisa dipakai dalam memberantasan korupsi. Karena yang diperlukan dlm pemberantasan korupsi itu adalah lembaga yang mengkoordinir sebagai leadership dalam pemberantasan korupsi.” tambah Fahri Hamzah.

“Itu yang tidak ada sekarang ini. Seharusnya ada semacam BNPT dalam pemberantasan korupsi.” kata Fahri saat menceritakan kejadian tersebut kepada Alumni UI yang hadir.

“intinya saya mengingatkan bahwa 6 bulan setelah beliau dilantik atau bahkan kurang saya sudah mengatakan ini dan mengingatkan kembali. Saya kira itu.” ucapnya mengakhiri perbincangan dengan Findonews.com.

 

Check Also

Ada Untung dan Rugi Imbas Krisis Turki

Jakarta, Findonews.com – Jatuhnya ekonomi Turki beberapa hari belakangan memberikan imbas bagi pasar global, meski pelaku …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *