Wednesday, 19 December 2018
Home / Berita Utama / BPS : Harga Beras Naik di Bulan September 2018

BPS : Harga Beras Naik di Bulan September 2018

Foto : Internet

Jakarta, Findonews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada periode September 2018 harga semua jenis beras mengalami kenaikan di tingkat penggilingan. Kenaikan itu berlaku untuk beras kualitas rendah hingga beras berkualitas premium.

Suhariyanto, Kepala BPS mengungkapkan jika kenaikan harga beras kualitas premium per September mencapai 1,20% dibandingkan bulan sebelumnya. “Rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp 9.572 per kilogram,” ungkapnya di kantor BPS, Jakarta, Senin (10/1). Untuk beras kualitas medium dan rendah di penggilingan masing-masing harganya adalah Rp 9.310 dan Rp 9.125 per kilogramnya yang artinya naik sebesar 1,50% dan 1,65% harga beras kualitas medium dan beras kualitas rendah.

Tidak hanya harga beras yang mengalami kenaikan, rata-rata harga gabah juga naik di tingkat petani untuk kualitas gabah kering panen (GKP) sebesar Rp 4.889 per kilogramnya atau naik sebesar 2,40% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sedangkan di tingkat penggilingan harga GKP mencapai Rp 4.990 per kilogram atau naik 2,46%. Sementara itu harga rata-rata gabah kering giling (GKG) di petani Rp 5.399 per kilogram atau naik sebesar 1,71% dan pada tingkat penggilingan, harga GKG Rp 5.501 per kilogram naik sebesar 1,86%, untuk harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp 4.652 per kilogram atau naik sebesar 6,61% dan ditingkat penggilingan Rp 4.753 per kilogram, naik 6,67%.

Kasan, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kementerian Perdagangan menuturkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) setidaknya harus mencapai pada kisaran 3-5% terhadapn total asumsi konsumsi beras dalam negeri sebanyak 30,37 juta ton pada 2018, berdasarkan neraca Kementrian Pertanian, tahun ini pasokan beras wajib dijaga pada kisaran 900 ribu – 1,5 juta ton.

Dia mengungkapkan komoditas pangan memiliki andil yang cukup besar terhadap tingkat kemiskinan. Menurutnya, pada September 2017 pangan berkontribusi sebesar 73,35% terhadap kemiskinan, naik menjadi 73,48% pada medio Maret 2018. “Pengaruh pangan sangat penting untuk menekan angka kemiskinan,” kata Kasan di Jakarta, Senin (24/9).

Menurutnya, stabilitas harga ditentukan oleh suplai dan permintaan. Pemerintah menargetkan inflasi bisa tetap terjaga di kisaran 3,5% pada tahun ini dan mengantisipasi dampak kebijakan tahun politik.

Check Also

Prabowo : Bayi Yang Baru Lahir Sudah Harus Tanggung Hutang Rp 9 Juta

Foto : Internet Jakarta, findonews.com – Prabowo Subianto, Capres Nomor urut 2 kembali menyoroti masalah kondisi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *