Saturday, 15 December 2018
Home / Berita Utama / Bawaslu : Pernyataan “Tampang Boyolali” Capres Prabowo Bukan Pelanggaran Kampanye

Bawaslu : Pernyataan “Tampang Boyolali” Capres Prabowo Bukan Pelanggaran Kampanye

Foto : Internet

Jakarta, findonews.com – Penyelidikan atas kasus dugaan pelanggaran pemilu atas ucapan “tampang Boyolali” oleh calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dihentikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Keputusan tersebut berdasarkan atas rapat pleno Bawaslu setelah melakukan penyelidikan dan menilai pernyataan itu tidak masuk kategori pelanggaran pemilu.

“Pernyataan tersebut tidak masuk kategori penghinaan dalam kegiatan kampanye,” ungkap Ratna melalui keterangan tertulisnya, Kamis (29/11/2018).

Sedangkan pihak pelapor dalam kasus ini adalah Barisan Advokat Indonesia (BADI) yang melaporkan pada Rabu (7/11/2018) lalu. Dalam laporan BADI tersebut, Prabowo dinilai melanggar Pasal 280 ayat 1 huruf c dan Pasal 521 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Dalam Pasal tersebut mengatur soal larangan bagi peserta atau tim kampanye agar tidak melakukan kampanye yang berisi penghinaan terhadap seseorang, golongan, agama, ras, dan peserta pemilu lainnya.

Ratna Dewi Pettalolo, Anggota Bawaslu RI mengatakan pihaknya telah meminta keterangan dari berbagai pihak termasuk dari pelapor dan saksi pelapor. Dari pihak terlapor, Prabowo Subianto, Dewi mengatakan sudah mendapatkan keterangan melalui kuasa hukumnya. Tidak ditemukan unsur-unsur yang terkait dengan pelanggaran kampanye pada pihak terlapor.

“Pernyataan ‘tampang Boyolali’ bukan dalam kegiatan kampanye, namun dalam kegiatan peresmian posko pemenangan paslon 02 di Kabupaten Boyolali,” tukas Ratna.

Prabowo juga telah meminta maaf kepada publik terkait ucapannya tersebut. Ia menyatakan tidak bermaksud menyinggung orang Boyolali atau pihak lain saat mengucapkan ‘tampang Boyolali’. Permohonan maaf Prabowo, langsung ia sampaikan dalam sebuah video yang diunggah oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Maksud saya tidak negatif, kalau ada yang tersinggung, saya minta maaf,” tuturnya hari Selasa (6/11/2018) lalu.

Prabowo mengatakan bahwa ucapan ‘tampang Boyolali’ yang ia sampaikan saat peresmian kantor pemenangannya tersebut, adalah murni bentuk solidaritas dan empati ke masyarakat yang saat ini banyak mengalami ketidakadilan, kesenjangan.

Check Also

Fahri Hamzah : Jokowi Harus Hati-Hati Terkait Pengakuan La Nyalla

Foto : findonews.com Jakarta, findonews.com – Pengakuan eks politikus Partai Gerindra yang kini bergabung di Partai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *