Monday, 20 November 2017
Home / Berita Utama / Apakah Bangsa Indonesia Keturunan Bangsa Koruptor ? #HISTORIA

Apakah Bangsa Indonesia Keturunan Bangsa Koruptor ? #HISTORIA

source : internet

Oleh: Agung Pribadi (HISTORIVATOR)

Ini pertanyaan yang menggelisahkan saya sejak tahun 1998, ketika saya berdemonstrasi menurunkan Soeharto. Ternyata tidak! Buya Hamka adalah anggota Konstituante (Badan Pembuat Undang-Undang Dasar), tapi rumahnya bocor dan tidak punya uang untuk memperbaikinya karena hidupnya lurus-lurus saja.

Bung Hatta, listrik villanya di Puncak nyaris diputus karena tidak bisa membayar listrik berbulan-bulan. Sebagai seorang sarjana ekonomi, banyak yang mengajak Bung Hatta berbisnis. Tapi jangankan berbisnis, sebagai Wakil Presiden, Bung Hatta merasa kalau memiliki 1 lembar saham saja itu tidak etis. Menurutnya akan terjadi conflict of interest (konflik kepentingan). Coba kita lihat pejabat sekarang, banyak yang berbisnis bukan? Bahkan menggunakan pengaruhnya untuk mendapatkan proyek.

Suatu hari, Wapres Adam Malik mengundang A.R. Baswedan (kakek Anis Baswedan, salah seorang Calon Presiden peserta Konvensi Partai Demokrat), seorang mantan menteri dari partai Masyumi. Beberapa jam menunggu mobil yang lewat, kok tidak ada yang datang. Ternyata A.R. Baswedan datang dengan vespa butut, satu-satunya kendaraan yang dimilikinya. A.R. Baswedan pun pulang jalan kaki karena vespa tersebut harus dipakai anggota keluarga yang lain.

Mohammad Natsir, seorang Perdana Menteri dari partai Islam Masyumi, pernah rapat kabinet dengan jas tambalan. Berangkat ke kantor menggunakan sepeda, kalau ke luar kota naik kereta dan mengangkat koper sendiri (ada videonya di youtube). Padahal kalau dia mau dia bisa saja
korupsi. Saat itu ia berhak menentukan pemenang tender proyek, tapi ia tidak memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi.

Syafrudin Prawiranegara (dari partai Islam Masyumi), seseorang yang pernah menjabat Presiden RI dalam PDRI (pemerintah Darurat Republik Indoneia) dan pernah menjadi Gubernur Bank Indonesia, pernah tidak punya uang untuk membeli popok anaknya dan menggunakan seprei sebagai popok anaknya. Bandingkan dengan Gubernur Bank Indonesia di masa sekarang.

Alhamdulillah saya lega, bangsa Indonesia bukanlah keturunan bangsa koruptor.

Check Also

Marquez Kuasai Tes Hari Ke-2 Valencia

Findonews.com – Hari kedua tes di Sirkuit Ricardo Tormo menjadi milik Juara Dunia 2017 Marc …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *