Monday, 20 November 2017
Home / Berita Utama / 5 Situs Crowdlending di Indonesia

5 Situs Crowdlending di Indonesia

Foto : Internet
Foto : Internet
Findonews – Indonesia memasuki babak emas ‘fintech’ yaitu platform digital yang didirikan untuk menyalurkan dana, baik berupa pinjaman (loan) maupun penyertaan modal (equity).

Bank dan pemerintah menyadari mereka telah gagal untuk memecahkan salah satu masalah mendasar di Indonesia yaitu inklusi keuangan. Pada tahun 2014, sekitar 60 persen dari populasi orang dewasa di Indonesia masih tidak memiliki rekening bank. Keluarga terjebak dalam siklus kemiskinan karena mereka tidak memiliki akses ke pinjaman yang adil pada saat dibutuhkan.

Kejadian itu terus berlarut dan tidak ada terobosan besar yang terjadi. Karena itulah fintech dipandang berpotensi jadi penyelamat. Salah satu solusinya : pembayaran mobile bisa membantu menjangkau masyarakat yang tak memiliki rekening bank. Kredit mikro yang didistribusikan secara online bisa membuat petani atau pemilik usaha kecil meraih modal.

Peraturan saat ini masih cukup longgar karena pemerintah, startups di bidang fintech, dan lembaga keuangan masih bernegosiasi untuk lahirnya aturan baru di sektor ini, meski kabarnya akhir tahun 2016 aturan baku telah akan siap.

Antisipasi aturan ini sebuah langkah maju untuk Indonesia, mengingat sebelumnya pemerintah sering lambat merespon, ambil contoh taksi berbasis daring yang sempat menimbulkan konflik antar seteru pelaku usaha.

Salah satu kategori yang sedang ‘booming’ adalah peer-to-peer (P2P) lending. Uang tidak datang dari lembaga keuangan, tetapi dari pemberi pinjaman perorangan seperti kita.

Berikut adalah beberapa situs pinjaman P2P di Indonesia, masing-masing dengan model dan ciri khasnya masing-masing. Semua situs ini masih berusia muda. Apakah platform pinjaman P2P ini bisa membesar di masa datang,  belum bisa dibuktikan.

Modalku

Modalku menawarkan pinjaman antara Rp 5 juta hingga Rp 50 jutaan untuk usaha kecil dan menengah dengan jangka waktu pinjaman tiga, enam, atau 12 bulan. Setelah peminat diverifikasi, permintaan kredit akan ditampilkan pada dashboard dan dapat diambil oleh penerima pinjaman. Modalku meminta keuntungan administrasi 3 persen dari pemberi pinjaman dan 3 persen lagi dari pencari pinjaman. Pemberi pinjaman akan dilunasi secara angsuran bulanan, dengan tingkat bunga tergantung pada jenis usaha tapi biasanya sekitar 15 sampai 20 persen.

Platform ini diluncurkan di Indonesia pada awal tahun ini namun induknya di Singapura, Sequoia telah ada sejak Februari 2015. Modalku mengatakan telah menyalurkan US $ 1,4 juta kepada sekitar 65 pencari pinjaman sejauh ini, dan mengklaim bahwa semua iuran pengembalian berjalan sesuai jadwal.

Investree

Fitur utama Investree adalah pembiayaan fakturing/ invoicing. Yaitu usaha kecil yang sedang menunggu untuk dibayar oleh klien. Di sinilah Investree mengambil peran. Mereka membayar pemilik bisnis sesuai jumlah faktur (tagihan). Setelah pembayaran klien masuk, pemberi pinjaman mendapatkan uangnya kembali – dengan tambahan bunga biasanya 1,2 persen sebulan.

Situs ini mengenakan keuntungan 3 sampai 5 persen biaya administrasi dari peminjam dan pencari pinjaman.Investree juga memiliki berbagai pinjaman untuk karyawan, seperti kredit pembelian sepeda motor, merenovasi rumah, atau untuk perawatan medis. Pinjaman ini hanya tersedia untuk perusahaan yang telah membina kerjasama. Rentang pinjaman Investree mulai Rp 5 juta hingga Rp 50 jutaan.

Amartha

Amartha memiliki sejarah panjang dalam keuangan mikro. Dimulai dari sebuah kelompok pemberi pinjaman yang mirip dengan Grameen Bank pada tahun 2010 dan memiliki kerjasama dengan bank-bank besar seperti BNI.

Amartha masuk ke online dengan harapan mencapai lebih banyak peminjam dan pemberi pinjaman di sisi yang lain. Pinjaman berkisar dari Rp 1,4 jutaan hingga Rp 20 jutaan dengan tempo pengembalian antara 3 sampai 24 bulan.

Kelompok usaha kecil dengan jumlah anggota 15-20 orang dapat mengajukan pinjaman kepada Amartha. Peminjam tidak perlu membayar biaya administrasi untuk Amartha. Pemberi pinjamanlah yang berkontribusi biaya admin sebesar 1% ke platform setiap bulannya. Angka itu dikurangkan dari pengembalian angsuran bulanan. Seorang pemberi pinjaman (lender) harus berinvestasi minimal sekitar Rp 3 juta.

Amartha tidak menjelaska berapa banyak bunga (keuntungan) yang didapat pemberi pinjaman. Mereka hanya mengatakan bahwa angkanya lebih tinggi daripada jika uang hanya diparkir di bank.

Kelebihan Amartha adalah bahwa mereka memiliki pengalaman di bisnis keuangan mikro dan memiliki petugas lapangan yang tugasnya mengawasi kemajuan dan kinerja bisnis peminjam.

Qoloni

Qoloni semula adalah startup yang berfungsi untuk menggalang dana bantuan untuk program-program sosial. Dalam perkembangannya ada program-program ekonomi yang biasanya diikuti oleh usaha kecil dan menengah, berupa permintaan dana dan keahlian untuk perkembangan usaha dan perluasan pasar.

Cara kerja Qoloni adalah mempersilakan pengusul (disebut Qolonel) untuk membuat aplikasi program usaha. Tim Qoloni kemudian melakukan verifikasi sendiri atau meminta mitra independen untuk melakukan survey. Setelah valid, maka program mulai dipublikasikan. Sejak didirikan awal September 2015, Qoloni telah menerima 77 usulan program dan 10 program telah terbantu.

Ada sekitar Rp 18 Milyar kebutuhan dana program, dengan realisasi penyaluran sekitar Rp 500 jutaan, termasuk dana untuk bantuan modal, barang dan keahlian bagi usaha kecil. Qoloni mendapatkan fee berupa dana pengelolaan sebesar 5 sampai 12% didapat dari pemilik dana atau donatur. Penerima pinjaman tidak harus membayar bunga dan bisa melakukan pembayaran maksimal 12 bulan.

Keunikan Qoloni adalah membuka kesempatan individual maupun perusahaan sebagai donatur, sekaligus membukan kesempatan aktivitis sosial untuk menyumbangkan tidak hanya dana, tapi bisa berkontribusi tenaga dan keahlian.

GandengTangan

Gandengtangan adalah platform crowdlending untuk perusahaan sosial, dan sedikit mirip dengan Kickstarter: peminjam membuat halaman proyek dan melakukan kampanye untuk mengumpulkan dana. Kampanye dapat memakan waktu hingga 45 hari. Berbeda dengan Kickstarter, mereka yang memberikan uang kepada sebuah proyek GandengTangan (sering disebut backers) tidak mendapatkan imbalan, melainkan mereka akan dibayar kembali dengan uang tunai.

Tetapi berbeda dengan platform P2P lainnya, GandengTangan tidak menerapkan bunga. Seorang pemberi pinjaman akan mendapatkan kembali senilai yang dimasukkan ke dalam platform pengelola dana.

Peminjam dapat meminta bantuan hingga sebesar Rp 50 jutaan untuk mengembangkan perusahaan sosial mereka. Pemberi pinjaman dapat memulai dengan menempatkan dana cukup sebesar US $ 3,85 atau sekita Rp 50.000

Perusahaan ini telah beroperasi sejak tahun 2015 dan telah berhasil membiayai 16 program.

Check Also

Marquez Kuasai Tes Hari Ke-2 Valencia

Findonews.com – Hari kedua tes di Sirkuit Ricardo Tormo menjadi milik Juara Dunia 2017 Marc …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *