Thursday, 18 April 2019
Home / Berita Utama / 4.489 RUMAH RUSAK AKIBAT GEMPA YANG KEMBALI GUNCANG LOMBOK

4.489 RUMAH RUSAK AKIBAT GEMPA YANG KEMBALI GUNCANG LOMBOK

Foto : Internet

Mataram, findonews.com – Gempa bumi kembali mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahad (17/3) lalu, gempa tersebut mengakibatkan kerusakan 4.489 rumah warga. Sebanyak 876 unit rumah rusak berat, 1.617 rusak sedang, dan 2.096 rusak ringan.

Badan penanggulangan bencana daerah BPBD Provinsi NTB juga mencatat sebanyak 3 kantor polsek di Lombok Timur rusak, 3 musholla dan masjid, serta 50 unit fasilitas kesehatan dan perkantoran juga rusak.

“(Kerusakan) Fasilitas pendidikan masih dalam proses pendataan. Adapun yang meninggal dunia sebanyak 4 orang, terdiri dari 2 orang warga negara Malaysia dan 2 orang warga Lombok,” kata Kepala pelaksanaan BPBD NTB, M Rum saat dihubungi di Mataram, Kamis (21/3).

Jumlah korban luka luka akibat gempa sebanyak 77 orang. Warga terdampak mencapai 7.793 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 25.417 jiwa. “Ini data yang kami himpun di lapangan dan selanjutnya kami akan laporkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta,” kata M Rum.

Sampai saat ini sudah terjadi puluhan gempa susulan dengan megnitudo 1 hingga 4 SR dan 2 hingga 3 kali yang dirasakan masyarakat Lombok.

Pasca gempa bumi, Ahad (17/3) lalu, pariwisata Lombok dan sekitarnya kembali sepi. Jumlah wisatawan mancanegara dan domestik menurun.

”Keadaan semakin parah dan sepi, ditambah lagi dengan beberapa kebijakan pemerintah yang kurang berpihak kepada pengusaha. Khususnya pada pengenaan pajak 25 persen,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi Suhermanto di Mataram, Kamis (21/3).

Menurut dia, keadaan tersebut cukup memusingkan pengusaha. Namun, dia tidak menyalahkan bencana yang melanda NTB. Tak hanya hotel dan resort saja yang sepi. Pusat hiburan di Senggigi, Lombok Barat (Lobar) pun menurun pasca gempa baru-baru ini.

“Kami merasa kehadiran pemerintah tidak ada sama sekali dan terkesan tidak peduli,” katanya.

Ketua Harian Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) NTB I Gusti Lanang Patra mengakui, tingkat okupansi saat ini lebih rendah dibandingkan bulan yang sama pada 2018.

”Okupansi kita memang lebih rendah dibawah 30 persen,” kata Lanang.

Mengenai gempa bumi Minggu lalu, General Manager (GM) Lombok Raya Hotel ini memastikan tidak ada penurunan. Khususnya pada penurunan kunjungan tamu atau pembatalan kamar pascagempa. “Seberapa pengaruhnya terkait gempa kemarin, belum bisa kami data,” tutur dia.

Check Also

FAHRI HAMZAH SOAL KETIDAKHADIRAN SANDIAGA UNO SAAT PRABOWO DEKLARASI KEMENANGAN

Jakarta, findonews.com – Ketidakhadiran calon wakil presiden (cawapres) 02, Sandiaga Salahuddin Uno pada saat Prabowo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *